Title : Love Hard 2
Rating : T (Teenager)
Genre : Romance Geje
Cast :
Cast :
Riders
Karel Abraham
Nicky Hayden
Jorge Lorenzo
Valentino Rossi
Casey Stoner
Dani Pedrosa
Jules Cluzel
Tweeps n WaGs
Val (fayfairy)
Sweetz (ucha6911)
Dee (tiwi_kimzter)
Zi (ziflowershine)
Ester (estherryn)
Rein (reineenn)
Adriana Stoner
many other riders kru n tweet mates
Disclaimer : cerita makin ngayal jangan di bawa serius yeee ^_^V
Malam hari Losail circuit bermandikan lighting ribuan mega watt. Beberapa rider MotoGP mulai keluar lintasan melewati Paddock. Tepat jam 6 sore qualifying dimulai. Para kru mulai sangat sibuk menyiapkan motor ridernya.
“Kau tunggu di pitbox aja babe” Karel menggandeng lengan Val yang terlihat ragu. Ketika dilihatnya raut cemas dari wanita itu, ia pun tersenyum.
“Mom dah cerita tadi, c’mon Val.. deketi kedua orang tua ku, in fact.. they really nice person.. trust me”
“Iya-iya” Val agak menunduk memperhatikan sepatunya, huuuh Karel apa gak pernah tau? Kedua orang tuanya pernah bersikap kejam kek di sinetron-sinetron.
“Aku tinggal dulu babe” Karel mencium kening Val dan kemudian ia mendekati motornya.
Val sekarang berdiri salah tingkah, ia mengangguk ke Abraham sr. dengan senyum gugup. Marco Grana manajer mekanik Karel memberi isyarat untuk ia duduk di dalam. Dengan sisa keberanian ia menghampiri Head manajer tim AB Cardion.
“Good evening mr.” wanita itu mengulurkan tangannya, jelas sekali ia gemeteran mengingat pertemuan terakhir mereka penuh emosi. Karel Abraham sr. hanya mengangguk kecil. Apa yang bisa aku harapkan? Val mendesah membatin.
“Abang hati-hati yah” Sweetz menyeka kening Nicky yang tidak berkeringat.
“Iyah… pelan-pelan aja asal kelakon” Dee menambahkan dengan bahasa jawanya yang medok sambil memijit bahu Nicky.
“Are u serious?” Nicky menatap Dee kesal. Maklum hasil free practisenya tidak memuaskan dan membuat ia frustasi.
“Aduuuuhh bang..jangan cemberut gitu dong…nang ning.. ning nang ning nung..” Dee menegakan badannya dan bergerak kek penari jawa di depan suaminya seperti menghibur anak kecil.
“Aaaahh goyanganmu gak mantab.. mana mungkin Abang terhibur”
Sweetz segera mengambil alih dan mendorong Dee minggir.
“Tariiiiiiiiikk maaaaaaangg’ dengan sigat Sweetz goyang ngecor di depan Nicky, oohh tidak hanya di depan suaminya tapi di depan para mekanik yang bengong parah menyaksikan pertunjukan kecil malam itu.
Aduuuhh maaf saja yah.. show kecil itu rupanya menarik perhatian para kru sebelah, mereka berlarian dan bergerombol di pitbox Ducati.
“O em ji… keknya kita perlu pasang wall di sini!” Valentino Rossi rider yang terkenal suka masang wall berkacak pinggang.
“Bisa-bisa… mau motif apa? Ceplok-ceplok? Kembang-kembang?” Ucchio temannya nyamber.
“Lo kate wallpaper” Rossi pun menoyor temannya dengan gemas sambil keluar dan naik ke motornya, distarternya Desmo dengan cepat.
“Woiiiii olinya ketinggalan! Belum diisi!” Jeremy burges mengejar motor Rossi sambil bawa botol oli.
***
Seperti prediksi banyak pihak Casey Stoner tetap tercepat, disusul Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.
Zi, Rein dan Adriana yang sudah berdiri di depan pitbox berlari menubruk pasangan masing-masing.
“Babeeee.. u’re awesome!” Zi nubruk rider berbaju orange (?)
Adriana merangkul rider berbaju orange juga tapi dia agak merasa aneh, kenapa pendek sekali. Rein bengong, ibu-ibu pkk disamping-sampingnya sudah pada nubruk pasangannya tapi kenapa yang tersisa rider dengan livery biru. Tapi pikiran itu segera dibuangnya ia pun nubruk rider di depannya.
“Guys.. suami aku gak sependek ini deh..” Adriana langsung mendorong dan membuka helm.
“Noooooooo u’re Pedro.. omaygaaat.. kenapa elu” Adriana dengan judes menoyor Dani kek anak kecil. Ia pun menabok kepala Zi.
“Eh gilak kau.. ngapain nabok-nabok?!” Zi masih memeluk Jojo (?)
“Bujiiiiiii itu Kesi.. kecentilan amat” Ester yang sudah berdiri di samping mereka ngakak.
“Bebeb aku kan number one” Zi masih bersikeras.
“Iyah number one motornya, tapi yang itu Kesi” Esther masih berusaha jelasin ke mantan kakak iparnya itu.
Rider yang dikira Jojo dan Kesi itu membuka helmnya dan nampaklah senyum manisnya. -,-
“Ampoooonn mana Jojo.. woiii Rein ngapain di situ.. enak ahmad” Zi menarik tubuh Rein.
“Yeeee kan kalian yang duluan main tubruk aku cuman ambil sisa” Rein nginyem dan melempar senyum ke Jojo yang sudah membuka helmnya. Ia pun segera menghampiri Dani Pedrosa yang masih ngelus-ngelus kepalanya karena pening akibat ditoyor Adriana.
“Pengaruh angin malem Qatar apa yah..? Jadi pada siwer gak bisa bedain warna” Esther ngakak dan berlalu dengan lari-lari kecil mengejar Jules yang lewat.
Malam itu semua berkemas dan menuju motorhome masing-masing. Nicky Hayden berjalan agak gontai, pria itu sedikit kesal, besok malam harus start di posisi belakang satu row dengan Karel sang rookie yang dianggap hanya mengandalkan money ortunya, tapi bakat nol. Ia hampir sampai motorhome Ducati merahnya ketika melihat Karel yang juga menuju motorhome Ab Cardionnya. Pria itu dengan jelas melihat senyum pemuda itu yang merangkul seorang wanita dengan mesra. Andai ia tidak mengenal wanita itu mungkin ia tidak akan makin kesal. Yah wanita itu mantan istrinya… Val. Nicky melihat keduanya masuk dan menghilang kedalam dengan pintu tertutup.
‘Abaaaaangg” Sweetz dan Dee berlari-lari sambil bawa bawaan. Agak kejam juga Nicky membiarkan perlengkapan di gotong istri-istrinya.
“Aku mandi dulu sayang-sayangku..” Nicky naik tangga motornya dan menghilang ke dalam, tinggal kedua istrinya yang ngos-ngosan bawa tas, gak tau apa isinya.
“Karel.. besok jangan dipaksain.. asal finish aja dah cukup” Val keluar dari kamar mandi dan menghampiri Karel yang tiduran sambil menonton TV.
“Kalau ada kesempatan aku bisa masuk ke depan kenapa enggak babe..” Karel meraih tubuh Val dan mereka berdua pun tiduran di sofa ngadep TV acara Bola yang nampak seru.
“Please…” ingin Val bilang supaya Karel jangan dekat-dekat Nicky, meskipun ia sudah bercerai tapi dari pernyataan di media kalo mantan suaminya itu frustasi, ia pun cemas dan tidak ingin Karel menambah emosi Nicky.
“Lihat aja besok ok? Nicky tau apa yang harus diperbuatnya, dan aku juga akan berusaha semaksimal mungkin” Karel tersenyum, dia bisa menebak raut cemas Val yang kini telah kembali padanya.
***
Qatar 20 Maret 2011, 10 menit menjelang warm up lap.
Para rider sudah berada di atas motor masing-masing. Dee memegang payung di samping kiri suaminya, Nicky. Sweetz di sisi kanan Nicky juga kek model bersandar di tubuh Nicky dengan kacamata hitamnya (?)
Disisi lain.. seberang Loris Capirossi, Val memegang payungnya di samping Karel, agak konyol karena ini malam hari tapi harus memayungi rider padahal gak panas atau pun hujan.
Nicky beberapa kali beradu pandang dengan Val, ia melihat wanita itu agak tersenyum gugup tapi pandangan matanya, kehangatan di sana tidak hilang seperti saat mereka masih bersama dulu. Sweetz yang diam-diam memperhatikan mereka memeluk tubuh Nicky lebih erat.
“Abang.. udahlah.. kalau Val lebih bahagia dengan brondong itu.. gak usah dilietin”
“Yeaah u’re rite babe..” Nicky mengecup pipi Sweetz sekilas.
“Ada apa sih?” Dee ikut nimbrung.
“Auukk tuh.. liet deeh samping belakang” Sweetz memberi isyarat dengan dagunya.
“Eeeeeeewwhh… mereka lagi ber PDA” Dee mengedikan bahunya melihat Karel dan Val saling mengecup pipi.
Val yang melihat mantan suaminya mengecup istrinya rupanya juga panas dan ingin membalas aksi mereka.
Sesi warm up lap dimulai, semua WaGs dan UG serta para kru mekanik menyingkir dari track. Motor-motor dengan kekuatan 800 cc segera melesat. Para rider menggeber motornya dengan kecepatan tinggi.
Rein tetep anteng duduk di samping Adriana padahal Casey Stoner dan Dani Pedrosa di track sedang saling salip.
“Ayoooooo sayang kalahkan si pendek!” suara siapa lagi ini kalau bukan dari Adriana.
“Eeeeehh ga bisa.. bebeb Dani.. cmon.. libas tuh ginong!” Rein naik kursi suapaya lebih jelas menatap monitor di atasnya.
“Apa itu ginong?” wanita dari Ausi itu mengerutkan kening.
“Gigi nongol” Rein tertawa dan kemudian menjerit merasakan tangan Adriana menabok pantatnya tidak terima suaminya dipanggil itu.
Losail circuit di malam hari
Di Pitbox Ducati Sweetz berteriak-teriak diikuti Dee.
“Abang masak kalah.. Karel itu kenapa di depan Abang” Sweetz menabok bahu Dee gemas cari pelampiasan sedang yang kena jejeritan dan bales nabok gak terima.
Melihat Randy de Puniet dan Loris Capirossi DNF, Val berdiri menatap monitor tidak tenang duduk.
“Please.. babe.. jangan jatuh.. finish aja dah ok” Val berteriak melihat Toni Elias yang juga terjatuh padahal Kurang 19 lap.
Abraham sr. dan istrinya Carol saling pandang. Melihat wanita muda itu yang tadi histeris berteriak senang karena Karel berhasil overtake Elias, mereka tersenyum.
Nicky berhasil menyodok di posisi 9, not bad. Val yang melihatnya lega. Ia segera berlari menyambut Karel yang berhasil finish. Ini premier buat pembalap Ceko yang turun di ajang MotoGP. Val memeluk Karel, melihat kekasihnya itu selamat saja sudah membuat ia bahagia.
Mereka kemudian bergabung turun di bawah podium menyaksikan Kesi, Jojo dan Dani yang berhasil naik podium.
“Suatu saat aku ingin berada disana” Karel memeluk tubuh Val dari belakang.
“Kau pasti bisa sayang…”Val mengecup pipi Karel.
“Auuuuuoooo lengket amat sebelah.. keknya perlu linggis buat misahin mereka deeh’ Esther tersenyum sambil menggandeng tangan Jules.
“Kita kalah nih babe’ Jules tertawa melihat rekannya yang pernah berada satu kelas di Moto2.
“Hi guys…” Karel berhigh5 dengan Jules. Sebentar kemudian mereka dah terlibat pembicaraan.
“Ter.. kita bisa berteman kan?” Val bergeser berdiri disamping Esther.
“Let me think.. heeeeeeemm ok aja sih.. cuman meski kau dah bebas bukan keluarga kita lagi, jaga sikap deeh.. gak usah terlalu ber PDA ria..” Esther menatap wajah Val serius.
“Okay…’ Val tersenyum dan merangkul mantan adik iparnya. Dia perlu teman di saat-saat seperti ini.
“Bebeb ku paling hebat” Zi mengacungkan tangannya ke atas.
“Heloooo ibu-ibu.. yang berdiri di podium no 1 siapa yah? Jelas suamiku!” Adriana mengibaskan rambutnya mengenai muka Dee yang ada di belakang.
“Dani yang hebaaaaaat, tadi hampir podium 2 kalau Paijo tidak usil” Rein juga dengan bangga mengibaskan rambutnya, dan tebak siapa yang kena di belakang? Sweetz!
“Kalian itu semena-mena! Mentang-mentang pasangan kalian podium seenaknya main kibas.” Sweetz menarik rambut Rein, demikian juga Dee narik rambut Adriana.
Sebentar saja terdengar jeritan dan keributan di bawah podium. Jojo, Kesi dan Dani meloncat-loncat seperti berada di konser musik, maklum sudah malam mata mereka sudah jereng dikira yang teriak dan menjerit-jerit fans mereka.
Valentino Rossi yang berada di satu tempat berusaha memisahkan mereka, tapi karena ibu-ibu yang rusuh saling nabok, bahu Rossi kena sasaran.
“BAHUKU! HUAAAAAAAAAAA BARU OPRASI INIH!”
Suara Rossi yang histeris ngalahin teriakan ibu-ibu WaGs yang saling berantem.
Bagaimana nasib Rossi sesudahnya???





