Title : Love Hard 1
Rating : T (Teenager)
Genre : Romance
Genre : Romance
Cast :
Riders
Nicky Hayden
Karel Abraham
Jorge Lorenzo
Valentino Rossi
Casey Stoner
Dani Pedrosa
Jules Cluzel
Tweeps n WaGs
Val (fayfairy)
Sweetz (ucha6911)
Dee (tiwi_kimzter)
Zi (ziflowershine)
Esther (estherryn)
Rein (reineenn)
Adriana Stoner
many other riders kru n tweet mates
Disclaimer :
Aku mencoba masuk di alur FF Buji dan Ther2, tapi aku gak bikin cerita tentang kalian dulu, liet perkembangan FF kalian juga :D
Character Val dah ancur ditangan FF duo sableng.. sekalian deeeh.. cuman lebih dikit ngasi sisi sentimentil Val ajah ^_^v
Buat lebih nyambungnya baca FF Series -The Remaining of last races- dulu
Qatar 2011
Nicky keluar dari shower dan berjalan mengambil handuk. Terdengar suara pintu hotelnya diketuk. Pria itu berjalan ke arah pintu dan membukanya. Seorang wanita muda berambut panjang lurus dan ramping telah berdiri dengan gugup.
“Hi Nick..” Val menyapa
“Ada apa lagi Val? Kalau kamu datang cuman untuk merayuku percuma” Nicky menatap tajam mantan istrinya yang beberapa hari ini memang sangat mengganggu dengan telepon maupun sms.
“Kau tidak pernah memberi aku kesempatan untuk membela diri”
“Buat apa?! Semua jelas! Kau bebas dengan Karel sekarang. Lagian aku heran kau masih membuang waktumu di sini, kenapa tidak minta Karel segera menikahimu bukannya kamu sudah hamil?!”
“OMG! Nick.. itu hanya gossip oleh orang tidak bertanggung jawab”
“Ehemmm” Sweetz sudah berdiri di samping Nicky.
“Val apa kabar? Apa setelah kehamilanmu kamu akan mundur dari dunia modeling?” Dee yang baru saja datang segera bergabung seolah-olah mengeroyok Val.
‘Sweetz.. Dee, kalian tidak sedang memusuhi aku kan?”
“Cukup jadi miss drama Val, dulu kita percaya sama kamu tapi kelakuanmu yang telah selingkuh dengan rider yang maaf saja tidak selevel sama abang, itu sangan menyakiti perasaan kami” Sweetz menekankan kata-kata terakhirnya.
Nicky menggeleng kepala dan beranjak masuk membiarkan istri-istrinya menyelesaikan urusan mereka.
“Kami dulu menyayangimu Val. Tapi coba sekarang kamu intropeksi diri dan jangan menyalahkan orang lain apa lagi tetap berlagak sok innocent”
Dee memberi isyarat Val untuk pergi.
“Ok sorry…” Val berjalan dan tergesa-gesa berbalik sambil menyeka air matanya yang sudah terjatuh.
Val turun keluar dari lift dan hampir bertabrakan dengan Zi yang berjalan beriringan dengan Jorge Lorenzo. Lama ia tidak bertemu Zi sejak race Valencia Tahun lalu. Val tidak menyangka ternyata bukan gossip kalau Zi ada hubungan dengan Jojo apa lagi mereka langsung memutuskan menikah. Jadi dalam beberapa bulan Abang udah menceraikan 2 istrinya. Ckckck hebat.
“Val? Lama gak ketemu ya kita?” Zi melempar senyum.
“Yeaahh.. dan banyak perubahan terjadi huh?” Val tidak terlalu akur dengan istri ke 4 Nicky itu.
“Yupz.. mana Karel.. Val?”
“Aku tidak bersama dia” Val hendak beranjak pergi tapi Zi mencegahnya
“Bentar Val gak usah terburu-buru, di luar anginnya kencang gak bagus buat kesehatan dan perkembangan janin” Zi melirik ke arah perut Val.
“Thanks!” Val melengos pergi.
Brengsek!!! Gossip kurang ajar itu ternyata sudah sampai kesemua orang. Kalau sampai ia tau siapa yang telah menyebarkan pertama gossip itu bakal ia pites.
“Woaaaaa ada mantan calon kakak ipar” Jules sudah cengar-cengar di samping Ester yang digandengnya.
Gosh..bahkan anak Moto2 piyik ini sudah berani meledeknya. Mereka bertemu di lobi hotel mewah yang sangat terkenal di Doha. Besok malamnya akan diadakan test MotoGP. Tapi heran saja rider-rider Moto2 sudah bertebaran di penjuru hotel. Mereka ngapain coba?
“Hi kids” Val menyapa sinis. Ester langsung melotot.
“Kami dah gede kalik, tapi tetep bakal tau batas kok.. ga bakal sampe hamil sepertiiii…” Ester sengaja menggantung kata-katanya, gadis manis itu nyengir ke arah Val sinis.
Val mengacak poni mantan adik iparnya itu dengan kesal, kalau tidak ingat ia pernah dekat sama anak itu pengen ia gampar mulut Ester.
***
Val keluar hotel dengan galau. Untuk apa lagi ia sekarang di sini. Tadi sore ia memang sengaja menyusul Nicky siapa tahu bisa memperbaiki hubungan mereka. Tapi sekarang sudah jelas, Hayden fam sudah tidak ada yang menerima kehadiran dia lagi.
Suara Liz Rodriguez di lagu I need a doctor menyadarkan lamunannya. Yeaahh sekarang ia memang bener-bener butuh seorang dokter, dia dah berbulan-bulan ini setres merasa sakit memikirkan perkawinannya yang hancur.
“Val jangan pergi dulu aku kesitu” suara cowok yang sangat ia kenal terdengar dari seberang telepon.
“Ok” Val membalas pelan.
Seorang cowok berambut agak gondrong ber-tshirt hitam dengan tulisan Ducati keemasan berjalan menghampiri Val. Val tersenyum membalas senyuman cowok cakep dari Czech itu. Ia sudah lama juga tidak bertemu Karel. Di test Sepang awal Februari kemarin ia tidak sempat datang atapun menanyakan keadaan dia. Itu juga yang membuat ia tidak habis pikir bagaimana mungkin sampai ada gossip kalau ia hamil.
“Ikut aku… Val” Karel berjalan tergesa-gesa ke parkiran mobil.
Val agak bingung tapi akhirnya ia mengikuti langkah Karel. Keduanya kemudian sudah duduk di atas jok mobil.
“Apa kabar?” Karel masih dengan senyum dan tangan memegang stir tapi tidak segera menstarter mobilnya bertanya.
“Not bad…” Val menjawab lemah.
Lengan kekar cowok itu meraih bahu Val kerengkuhannya. Sejenak kemudian bahu Val nampak tersengal pelan.
“Ssssstttt.. it’s gonna be okay” Karel memeluk tubuh Val lebih erat membiarkan wanita muda itu menumpahkan tangis di dadanya.
“Aku mungkin akan fokus kuliah dan di kerjaan model saja” tangan Val masih melingkar di pinggang Karel. Ia tiduran di dada cowok itu yang menyetel kursi mobilnya agak tiduran.
“Kenapa? Kau udah bebas Val…kau bisa ikut aku tour racing.. nemenin aku”
“Dan bertemu dengan mantan keluargaku.. yah mantan.. mertua, suami, istri-istri yang lain? Gak mau! Bikin makan hati”
“Hahahaha..kau lihat Zi dan Jorge? Yang kau butuhkan lebih cuek saja.. gak usah dengerin omongan orang lain”
Val bangkit menatap wajah Karel yang ada di bawahnya. Tangan cowok itu terulur membelai pipinya. Heeeeeemm aku sudah gak ada harapan sama Abang. Ada Karel, kenapa aku harus berlarut dalam kesedihan?. Lagian MotoGP passionnya dari kecil, ia sangat tertarik pada sport ini meski hanya sebagai penikmat.
“Gimana cantik?”
“Okay.. “ senyum manis tersungging di bibir Val. Ia membiarkan tangan Karel meraih wajahnya ke bawah.
“Mau jalan-jalan?” akhirnya suara Karel memecah kesunyian diantara mereka berdua.
“Aku dan ngantuk… anterin aku cari losmen kecil deket-deket sini aja”
Cowok itu mengerutkan kening menatap mantan istri Nicky yang saat itu mengenakan setelan jas Burberry hitam.
“Penghasilan aku gak seberapa Rel.. dan aku tidak ada kompensasi apapun dari perceraian itu karena pernikahan kami belum ada 1 tahun, aku harus hemat dari pada nyewa hotel mewah-mewah” Val tersenyum pahit.
“Aku bukain kamar di hotel ini saja ok?” Karel membuka pintu mobilnya dan berjalan ke pintu lift.
“Gak usah Rel..” Val berlari menyusul.
Tapi cowok itu telah berjalan ke meja resepsionist.
“Very apologize… mister.. fully booked..” sang resepsionist muda itu meminta maaf tidak enak mengingat yang ia tolak tamu tidak biasa di hotel tersebut.
Karel menggerakan bibir kecewa dilihatnya Val bersandar di pilar lobi menatapnya sambil tersenyum. Ia menarik nafas moga saja Val tidak menolak usul yang bakal ia kasih.
“Val .. kau tidur di kamar ku saja..”
“Kau butuh istirahat Rel.. besok test MotoGP mulai kan”
“Tenang aja ada banyak tempat di kamarku.. setuju kan” Karel menarik tangan Val tidak menunggu jawaban wanita itu.
“Tapiii..”
Pemuda itu pura-pura tidak mendengar protes Val. Dibukanya kamar dia dengan kunci dari kartu yang digeseknya.
***
Pagi hari sebelum test malamnya.
Val terbangun. Panas udara di Doha Qatar membuat ia sudah berkeringat. Semalam ac kamar ia kecilin karena kedinginan. Wanita muda itu mengangkat lengan Karel yang memeluk pinggangnya. Ia memang tidur di kamar Karel semalam.
“Ada apa babe?” Karel rupanya juga sudah terbangun.
“Panas banget sumpah” Val meyambar remot ac dan memilih volume paling pol.
Val menghempaskan kembali tubuhnya. Ia masih ngantuk. Dengan tubuh Karel yang mepet dan memeluknya dari belakang membuat ia menendang selimut mereka jatuh.
***
Malam harinya semua rider turun di track berusaha memcatat waktu terbaik.
Di pitbox Repsol Honda nampak Adriana dan Rein mengobrol santai. Mereka adalah pasangan Casey Stoner dan Danie Pedrosa.
Di pitbox Ducati Sweetz dan Dee berangkulan memandang monitor, kedua wanita sexy itu mengenakan setelan merah menyala tidak mau kalah sama UG Ducati.
Beralih ke pitbox Yamaha dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya Zi duduk menyilangkan kakinya yang berbalut jeans. Malam hari udara Sirkuit Losail lumayan berhembus kencang. Mata Wanita yang telah menjanda 2 kali itu sesekali melihat monitor tapi lebih banyak menebar senyum ke semua mekanik.
Kamera tv pun tidak ketinggalan mengeshoot tingkah para WaGs Rider MotoGP yang seksi dan cantik-cantik itu.
Val berdiri di pagar pembatas, ia belum berani ke pitbox Ab Cardion Ducati mengingat disana ada Karel Abraham sr. dan Carol Abraham yang juga menemani putranya turun latihan.
“Kau rupanya pantang menyerah mendekati Karel ya.. Val…?” suara wanita paruh baya mengagetkan Val dari belakang. Nampak Mrs. Abraham tersenyum samar.
“Ooo Hi.. “ Val tersenyum gugup. Ia pernah sempat membenci wanita ini dulu.
“Cara apa lagi yang kamu pakai Val? Dengan alibi kehamilanmu itu?”
“Itu hanya gossip, saya tidak hamil”
“Aku tidak keberatan apapun pilihan Karel, tapi dengan caramu seperti ini kami makin tidak bersimpati apalagi papanya Karel. Jaga attitude kamu dan bersikaplah seperti wanita terhormat”
“Sungguh saya tidak hamil kalau anda ingin tahu, dan peristiwa yang dulu aku dan mama minta maaf kami tidak bermaksud seperti itu, anda semua yang memulai menghina kami” Val hampir menangis.
“Ok, mulailah mengambil hati papanya Karel kalau kau memang bersungguh-sungguh mencintai Karel.. jangan main belakang lagi” Carol Abraham berlalu dari depan Val.
Aaaaaaaaarrrgg… kenapa harus susah seperti ini sih? Val mengeluh dalam hati.
-bersambung-




Tidak ada komentar:
Posting Komentar