Title : The Remaining Of Last Races
Rating :T
Genre : Romance
Setting : Race Valencia 2010
Disclaimer:
Ini Fan Fic yang lain, bukan bagian dari cerita Races, Love And Death
Tapi pemain masih sama melibatkan Riders MotoGP dan Moto2 serta rider kelas 125 cc
Race di Valencia kemarin super tegang yah, nah idenya dari situ :P
Cast:
Nicky Hayden
Karel Abraham
Val Fairy
Sweetz Ucha
Zi-Flowershine
Deevone Kimzter
Ester Lareina
Jules Cluzel
Marc Marquez
Ben Spies
Karel Abraham
Val Fairy
Sweetz Ucha
Zi-Flowershine
Deevone Kimzter
Ester Lareina
Jules Cluzel
Marc Marquez
Ben Spies
Supporting :
Casey Stoner
Scott Redding
Andrea Iannone
Julian Simon
Valentino Rossi
Jorge Lorenzo
Dani Pedrosa
Reineenn
Cindy
Scott Redding
Andrea Iannone
Julian Simon
Valentino Rossi
Jorge Lorenzo
Dani Pedrosa
Reineenn
Cindy
Valencia 6 Nopember 2010
Angin di sekitar sirkuit Valencia sangat kencang siang ini. Beberapa jam lagi akan diadakan qualifikasi kelas Moto2 sebelum qualifikasi kelas MotoGP dimulai.
Istri-istri Nicky terlihat sedang ngerumpi di paddock, ada dua calon dokter si seksi Ziflowershine dan si bohay Sweetz Ucha yang ngomongin bisnis kesehatan.
"Bu Zi, kalo kita lulus ntar bisnis vaksin rabies yuk... menjanjikan keknya buat masa depan kita"
Sweetz Ucha ngomong sambil jilat-jilat ice cream magnum yang dia palak dari rider kelas 125 cc Marc Marquez.
Kasian tuh rider sekarang sedang nangis guling-guling di pitbox ga rela es-nya diembat Istri Nicky yang sudah terkenal di kalangan rider motoGP sebagai preman.
"Ok juga idenya!" mata Zi kelihatan berbinar-binar cerah, tapi bukan karena ide Sweetz yang tadi dia nilai ok itu.
Zi ngiler melihat lidah istri Nicky yang pertama itu menjilat ice magnumnya, tapi bukan ngiler lidah Sweetz juga tapi karena dia pengen ICE CREAM MAGNUM itu!
"Bagi sizt.." Zi menelan ludah mupeng ke arah Ice cream itu.
"Eleh.. beli gih.. eh.. tuh liet Sekot bawa magnum samber gih" Sweetz yang melihat Scott Redding bawa ice magnum nunjuk-nunjuk.
Scott Redding yang sadar kalo ice cream yang baru dia beli terancam bahaya langsung lari ngejauh.
Ziflowershine yang sudah napsu biar mirip brand ambasador Ice magnum Eva Mendes, langsung ngejar Scott yang pontang-panting melarikan diri.
Zi ngejar Scott sambil bawa sapu yang entah dari mana sudah berada dalam tangannya.
"Woiiii.. kasihkan es-nya.. woiii.. " Zi sampe angkat roknya tinggi-tinggi saking semangatnya ngejar-ngejar tuh rider yang berusia 17 tahun.
Beberapa rider Moto2 yang sedang siap-siap di paddock bertepuk tangan nyemangatin.
"Ayoooo angkat rok nya! Kurang tinggi!"
"Bruuuuugg" terdengar suara gedebug. Ternyata Zi terjatuh karena high heels-nya nyangkut kabel.
Jeremy Burges dan Paul Denning geleng-geleng kepala melihat Zi ndlosor.
"Ckckckck Istri Nicky itu bener-bener deeh.. berondong sampe dikejar-kejar gitu.. kasian Scott" Burges maen njeplak aja.
"Nicky musti diperingatkan, istri-istrinya sudah mengganggu ketenangan para rider yang masih bau kencur" Denning menambahkan.
Buseeett om-om mekanik dan kepala mekanik MotoGP aja sampe pada heboh gozipin kelakuan istri-istri Nicky.
***
Di pitbox AB Cardion
Manajer Tim Karel Abraham senior sedang diskusi dengan mekaniknya.
"Sudah teratasi problemnya?" Pria paruh baya berkacamata itu mendelik ke arah motor bernomor 17 itu.
"Sedikit lagi Sir" Kru mekanik itu mengangguk ke arah Milyuner dari Brno itu.
"Karel mana ya?" Mr. Abraham melangkah keluar pitbox.
Sementara Abraham senior celingak-celinguk nyari anaknya, ternyata sang Junior sedang tepe-tepe ma istri-istri Nicky.
Val Fairy berdiri bersama Deevone Kimzter ngegozipin F1.
"Kimi mantan ku kapan balik ke F1 yah? Dah kangen banget aku" siang ini Deevone memakai tanktop sekseh.
Julez Cluzel yang sedang senggol-senggolan sama Ester saja sampe nelan ludah. Ester yang melihat hal itu langsung ngamuk nabokin kepala Jules.
"Mana ada harapan sizt, dah lah terima aja" Val ngakak ke arah Karel yang dari tadi gerak-gerak niruin monyet buat narik perhatiannya.
"Napa kamu ketawa geje Val?" Deevone menoleh ke belakang dan dilihatnya Karel sedang bergaya ala sarimin pergi ke pasar.
"Buseeet.. sarap kali tuh rider ..salah makan yah?!" Deevone mengernyit setelah melihat apa yang membuat Val ngakak geje.
Karel senyam-senyum ga jelas mendekati ke 2 istri Nicky yang seksi-seksi itu.
"Hai Val lagi ngapain?"
Asli pertanyaan bego, sudah tau Val sedang nge-gosip masih tanya.
"Kita lagi nyangkul Rel" Deevone nyamber sewot.
"Nyangkul apa nih?" jelas bukan sebuah pertanyaan tapi flirting.
Senyum Karel berhenti ketika melihat Val menaikan alis dan menarik bibirnya serius.
"Dee pinjem Val bentar dong" Karel dah nekat sekalian aja ngomong.
"Ettt.. daahh! Emang Val barang apa?!" suara Dee makin meninggi.
Val berjalan ke arah garis pembatas sirkuit dan paddock. Karel yang melihatnya langsung girang dan mengejarnya.
Sementara Deevone misuh-misuh " Jadi cewek kegatelan amat kau Val, ketahuan abang nyahoo.. lo!"
Angin kencang menggerakan rambut Val yang panjang dan bikin rambut berkibar-kibar hingga saingan sama bendera Spanyol yang di iket di tiang salah satu sudut sirkuit.
"Bentar lagi qualifikasi kan rel.. kok lom siap-siap?" suara Val tenggelam dengan deru angin di sekitar.
"Apaaaaaahh" Karel mendekatkan kupingnya ke bibir Val.
"Masak ga kedengeran?" Val menghentakan kaki kek anak kecil minta dibeliin lolipop.
Karel ngakak dan posisi dia agak menunduk ke wajah Val.
"Adoohhh kamu ngapain rel..? Jangan deket-deket gini, ntar pada salah sangka dikirain kita lagi mesum lagi"
Cowok itu semakin memanfaatkan keadaan, karena mereka saling teriak tidak mendengar suara.
Wajah Karel hanya berjarak beberapa inci saja dari wajah Val. Karel menatap bibir yang bergerak-gerak itu, sebenernya dia tau Val sedang nanya apa.
Berada di dekat wanita yang dicintainya itu membuat dia melayang, hidungnya bisa mencium aroma wangi tubuh di depannya.
Entah sadar apa tidak tangan Karel sudah meraih pinggang Val, keduanya terus berbicara kadang wajah mereka hampir bersentuhan karena ngakak bareng.
***
Karel Abraham senior melihat putranya berada di luar sana, mendesah. "Bagaimana caranya supaya Karel lepas dari istri Nicky itu"
"Jangan terlalu keras sama Karel, kau dulu sudah berusaha memisahkan mereka tapi nyatanya? Karel yang ngejar-ngejar lagi kan?" Carol Abraham menyentuh bahu suaminya.
"Gak bisa dibiarkan! Apalagi Val sudah jadi istri orang, mau anakmu dituduh nglanggar pagar ayu?"
Bahkan di barat aja tau juga istilah pagar ayu -hmpfh-
"Kalo papa dulu ngebiarin Karel nikahin Val kan ga perlu godain dia sebagai istri orang laen" entah mengapa kali ini Mrs.Abraham jadi kesal sama suaminya.
Wanita itu ingat betul, Val melempar uang yang ditawarkan buat kompensasi menjauh dari anaknya di lantai rumahnya dulu.
Mrs. Abraham bahkan tau Karel sudah tidak mau mengenal wanita manapun yang dibawa agar dia bisa melupakan Val.
"Wanita itu ga pantes bersanding ma anak kita Ma!"
"Pantes ga pantes nyatanya Karel cintanya sama tuh anak gimana lagi? Pa, sadar dong.. ga selamanya bibit bebet bobot berlaku di cinta"
Mr.Abraham meraih hapenya. Mrs.Abraham menggeleng pasrah, dia tau suaminya punya banyak cara buat misahin anaknya dan wanita yang dicintai Karel itu.
***
Nicky Hayden membanting hapenya. Deevone yang sedang mematut merias diri sampai terlonjak kaget.
"Val lagi dimana Dee?" wajah Nicky merah menahan amarah.
"Di luar bang" Dee menunjuk jarinya kearah luar dengan gemeter.
Langkah Nicky cepat-cepat, pandangan pria itu menyapu paddock. Di deket pembatas track nampak tangan Karel memeluk pinggang istrinya.
Keduanya saling tatap dan kadang tertawa. Sesekali jari Karel menyelipkan anak rambut yang menutup wajah Val dibelakang telinga wanita itu.
Nicky sudah di dekat keduanya. Karel yang langsung menyadari kedatangan Nicky melepaskan pinggang Val.
Val yang melihat kemarahan suaminya mundur wajahnya nampak ketakutan.
"Ini peringatan buat kamu rel..jauhi istriku!" tangan Nicky mendorong dada Karel. Badan cowok itu membentur beton di belakangnya.
Diseretnya tangan Val secara kasar, Val memprotes "Bang jangan cepet-cepet"
Nicky tidak peduli, dihempaskan tubuh Val di atas sofa setelah tiba di pitbox. "Memalukan! Masih di sirkuit Val,, tega-teganya kalian pamer kemesraan diluar sana!"
"Maaf.." Val tidak sanggup ngomong apa-apa, karena tau dia yang salah.
"Jauhi Karel, Val! Kau istriku, apa kata rider laen!" tangan Nicky melempar ke udara kesal.
Val menangis. Deevone mendekati Val dan ngelus pundaknya "Kamu sih, mau selingkuh berani-beraninya dekat paddock sini"
Tangis Val makin kenceng. Tangisan anak yang digebukin ibu tiri di sinetron-sinetron kalah deh.
Nicky keluar dan dia segera berusaha fokus sama qualifikasi terakhir musim 2010 ini.
Qualifikasi siang ini berlangsung lancar. Lumayan di race terakhir performa Desmo naik.
Nicky ada di posisi ke 5 besok, dia bakal mulai balapan di pole 5 di belakang Valentino Rossi.
Nasib Karel di qualifikasi Moto2 buruk dia harus mulai balapan di posisi 11.
Karel menyambar tas dan helm, langsung saja cowok itu menuju container dan mengunci diri disana.
Mrs. Abraham menatap suaminya menyalahkan.
"Aku hanya ingin yang terbaik buat putra kita" Mr. Abraham membetulkan kacamatanya.
***
7 Nopember 2010 Autodrome Comunitat Valenciana Circuit.
Balapan kelas 125 cc berlangsung seru.
Marc Marquez berhasil naik podium dah mengukuhkan diri jadi World Champion di kelas capung.
Ester loncat-loncat dari bawah dan teriak-teriak "Marc!!! Aku padamuh!"
"Baaaahh mulai berpaling kau ter..." Jules merengut cemberut sampe bibirnya berkerut.
"Aaahh bentar ini! Aku mau photo-photo sama Marc" Ester ngacir ninggalin Jules yang masi bete.
Ketika Marc turun dan mau bergabung sama kru yang akan merayakan titelnya, Ester sudah narik tangan cowok itu.
"Marc photo yah!" Ester megang ponselnya dan ndeketin pipi ke muka Marc sambil action.
"Kok cuman photo doang, kissnya mana?" Marc mendekatkan pipi ke depan bibir Ester.
"Ikhh malu disini ntar diliet orang lagi" gadis itu menggeleng, nolak permintaan Marc.
"Bentar aja ter.. pan juara, mosok dianggurin" tangan Marc menepuk-nepuk pipinya minta dikiss Ester.
"Ya udah merem dulu, pan grogi kalo dilietin"
Marc memejamkan matanya, cowok itu deg-degan.. maklum dia seumur-umur belum boleh ciuman ma emaknya.
Ester melepaskan sandal jepit bolong dari kakinya, dengan seenak jitad ditempelkannya tuh sandal ke pipi Marc.
"Udah Marc, eh aku pergi dulu daaahh" Ester langsung ngabur sambil dadah-dadah.
Marc tersenyum senang sambil tangannya menyentuh pipi yang tadi dicium Ester.
Hatinya girang bukan main biarpun tadi ngrasa aneh kok bibir Ester yang nempel di pipinya lengket dan panas.
"Kok kek saus?" Marc ngomong sendiri melihat di telapak tangannya ada noda merah seperti ada campuran cabai.
***
Kelas Moto2 di race terakhir ini juga berjalan tak kalah sengit. Andrea Iannone yang berusaha menjadi runner up segera leading.
Di sepuluh lap awal Julian Simon berusaha mengejar, sedang Karel Abraham mulai meringsek naik ke posisi 7.
Kurang 7 lap Karel sudah membuntuti Scott Redding di posisi 5 dan tak lama kemudian berhasil overtake rider Britis itu.
Sekarang posisi 1 diperebutkan Andrea, Simon, Elias dan Karel.
Di pitbox Ducati no 69
Dari tempatnya menonton tanpa sadar Val sudah loncat-loncat diatas sofa nyemangatin, suaranya ribut memberi dukungan ke rider bernomor motor 17 itu.
Deevone yang sadar nabok pantat Val " Woiii sadar neng.. ada abang nglietin tuh"
Wajah Nicky kaku melotot ke arah istri-istri Nicky yang mala heboh sendiri menonton layar tipi tanpa mempedulikan suaminya.
Sweetz Ucha menghampiri suaminya " Adoohh abang kalo lagi cemberut jadi ganteng gitu kek Sule prikitiw, pangling saiah"
"Sule? Baaahh musti periksa mata kau Cha.. kek gitu dibilang ganteng" Zi dari belakang dah nyamber.
"Kalian seneng ga sih sebenernya jadi istri-istriku?" Nicky mendadak melow dan berkaca-kaca.
Belum sempet Ucha Sweetz dan Zi menjawab, padahal mulut mereka berdua dah nganga lebar.
Mendadak pitbox dipenuhi jeritan Val yang histeris melihat Karel berhasil overtake Andrea dan Julian Simon.
Di race Moto2 Valencia ini Karel berhasil juara dan untuk pertama kali dalam kariernya ngeraih podium 1!
Deevone ikut loncat-loncat berpelukan dengan Val ngerayain Karel yang juara.
"Vaaaaaaall selingkuhanmu juara!" Zi yang ikut menghambur memeluk Val dan Dee menjerit.
"Uuupppsss" Zi sadar dan menutup mulutnya dengan tangan, biarpun sangat telat.
Nicky mendengar jelas, meskipun dia tau gosip itu sudah lama dan kemarin sebelum qualifikasi memergoki keduanya.
Tapi mendengar istri lainnya seolah-olah mendukung tak ayal membuat dia sakit hati, Nicky segera keluar meninggalkan pitbox.
"Kamu paling bisa bikin suasana kacau" Sweetz nabok kepala Zi.
"Jiaaaahh aku kan ga nyadar, sorry.. Sakit tau.. Naboknya niat banget!" Zi gantian nabok kepala Sweetz.
"Stoooooopp ibu-ibu, abang gimana nih?" Deevone berdiri diantara mereka menengahi.
"Aku akan susul abang!" Val berlari keluar menyusul Nicky.
Nicky berdiri di pembatas sirkuit, melihat beberapa rider Moto2 melakukan winning lap.
Tatapan matanya memperhatikan ke arah motor bernomor 17, Karel menggerak-gerakan tinjunya dengan senang.
Scott Redding, Andera Iannone dan beberapa rider laen memberi selamat dan menepuk bahu cowok itu.
"Bang.. aku ga tau aku harus minta maaf gimana.. Aku ga ada maksud.." Val sudah berdiri disamping Nicky dan tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Aku pikir kau sudah melupakannya Val" Nicky menggeleng pahit. Pria itu menundukan kepala dan tangannya berpegangan pada tiang beton.
"Aku selalu mencoba bang... aku minta maaf sungguh.. aku akan berusaha melupakan dia" Val menangis, perasaannya sakit melihat mata Nicky yang juga terluka.
Val sendiri tidak yakin apa dia bakal bisa menjauh dari pesona Karel.
"Apa kau mencintaku? Aku sungguh tidak ingin kehilangan satu pun dari kalian"
Val memeluk Nicky dan menangis di dada rider asa US itu, tangan Nicky bergerak memeluk pinggang istrinya.
Karel, Andrea dan Julian naik Podium, gemuruh tepuk tangan memenuhi sirkuit.
Sepasang mata rider dari Ceska itu menyapu wajah kru dan penonton di bawahnya, dilihatnya Papanya yaitu Mr.Abraham mengacungkan dua jempol kepadanya.
Mamanya juga mencium dari jauh, senyum Karel mengembang dan dia menarik napas senang kebahagiaanya membuncah siang itu.
Karel mengangkat tinggi piala berbentuk lion bersayap, senyumnya mendadak hilang. Dari jauh dilihatnya tangan Nicky membelai pipi Val.
Rider Amrik itu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Karel memejamkan mata.
Ketika tangan Andrea menyentuhnya memberi tanda untuk berpose bareng, Karel terpaksa tersenyum.
Sebelum turun pandangan Karel masih menangkap pemandangan di dekat track, kepala Nicky masih menutupi wajah Val.
***
Nicky duduk di atas motornya. Zi yang membawa payung menebar senyum ke semua rider di sekelilingnya.
Deevone mendekat "Zi gantian! Sonoh kamu urus yang lain"
"Beuuhh nanggung, ini bentar lagi mau warm up lap" Zi mencengkram gagang payung yang berusaha direbut Dee.
"Berikan woiiii!" Dee berhasil menyambar payung dari tangan Zi.
"Sayangku semua kenapa jadi rebutan?!" biarpun kedengaran protes tapi dari suara Nicky kelihatan rider itu bangga dikelilingi wanita yang seksi-seksi.
Zi ngomel-ngomel melangkah ke paddock, kesalnya semakin bertambah melihat Jorge Lorenzo dipayungi Reineenn.
Melihat ke arah Danie Pedrosa siapa tau ada lowongan UG, nampak Cindy menebar senyum bangga memayungi rider yang sudah lama jadi favoritnya itu.
"Sial amat aku siang ini, dah ga ada lowongan sama sekali" Zi duduk di pitbox cemberut. Pandangannya mencari Sweetz Ucha dan Val akan tetapi keduanya tidak nampak.
Kru MotoGP masih memeriksa kesiapan motor untuk race.
Sweetz Ucha mendekati sesosok pria tinggi besar yang duduk di atas motor warna hitam dan kuning.
"Kamu sudah ga papa Ben?" wanita itu tersenyum menghampiri Ben Spies.
"Aku sudah siap Cha, makasih yah dah sempet mau nyapa aku" Ben menatap wajah istri pertama Nicky itu sambil tersenyum senang.
"Good luck" Sweetz menjauh, sebelum menghilang wanita muda itu berpaling dan melempar senyum ke arah Ben.
Senyum Sweetz semakin membuat Ben bersemangat, dia sudah tidak sabar memacu tunggangannya di track.
Beberapa menit kemudian setelah lampu hijau dinyalakan tanda dimulainya start, motor-motor berkekuatan mesin 800 cc itu bak anak panah meluncur cepat di atas track.
Corner awal dilaluinya dengan mulus semua motor selamat ga ada yang ndlosor.
Nicky berhasil mengikuti Casey Stoner yang leading di depan. Ke empat istrinya berteriak-teriak di pitbox.
"Abang hebat! Ayo podium... last race di taun 2010 ini!" Sweetz mengepalkan tinju ke atas.
Ketika kamera tipi memperlihatkan persaingan Marco Simoncelli dan Jorge Lorenzo, kru Ducati berteriak kecewa.
"Eh ada apa ini?" Zi melangkah keluar.
Kamera tivi memperlihatkan Nicky yang jatuh di atas gravel. Sweetz, Val dan Dee berteriak kecewa.
"Aduuuuhh tadi udah dibelakang Stu napa ndlosor seeehh" Deevone berteriak panjang, tangannya memukul-mukul kursi.
Val dan Sweetz Ucha berlari keluar menyambut suaminya.
"Abang ga papa kan?" wajah Val cemas dan lengannya menyentuh bahu Nicky.
"Kalian semua keluar dulu ok! Aku ingin sendiri" Nicky menggelengkan kepala, wajahnya nampak kecewa sekali.
"Ini pasti gara-gara kamu Val" Deevone memandang galak ke arah Val.
"Enggak.. aku tadi sama abang udah baikan, tadi udah ga ada masalah" Val sudah siap-siap mewek karena disalahin gitu.
"Bisa aja abang maksain diri tadi berusaha nyusul Stoner, dia ingin juara 1 ga mau kalah sama Karel" Zi menyilangkan tangan di dada menambahi kata-kata Dee.
"Tapi semua rider juga ingin podium kalik, udahlah kita hibur abang" Sweetz melangkah ke dalam pitbox.
Dee dan Zi melangkah ke dalam menyusul Sweetz. Ketika Val berjalan hendak masuk pitbox sepasang tangan menariknya menjauh.
***
Karel menarik tangan Val, langkahnya cepat melewati deretan pitbox tim MotoGP.
"Mau kemana rel? Aduuhh jangan tarik-tarik gini" wanita itu berusaha melepaskan diri.
Val gelisah ketika langkah mereka menuju deretan container, tangan Karel membuka pintu containernya. Ditariknya tangan Val masuk.
"Aku dari tadi nunggu kamu Val, tadi itu podium juara pertama ku dan kamu ga datang sekedar ngucapin selamat ma aku?"
"Kamu ga ada hak buat meminta aku melakukan itu rel, sorry aku harus balik apalagi abang barusan jatuh"
Val berjalan ke arah pintu, tapi tangan Karel menyambar pinggangnya.
Karel menahan tubuh wanita itu dan membalikan Val membelakangi pintu container.
"Nicky sudah banyak yang ngurus" tangan Karel meraih dagu Val, kepalanya menunduk.
"Jangan rel.. please.."Val mendorong tubuh Karel, cowok itu terjatuh di sofa.
Val menggeleng marah ke arah cowok itu dan melesat keluar membanting pintu.
Langkah wanita itu cepat menuju paddock Ducati. Ketika sampai di pitbox sepi, tidak ada Nicky dan ketiga istrinya yang lain.
Balapan MotoGP sudah selesai, nampak di atas podium Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Valentino Rossi dengan tshirt kuning bertuliskan 'bye bye baby' tertawa.
Sirkuit Valencia dengan penonton tak kurang dari 80.000 itu bergemuruh ramai.
Musim ini sudah menghasilkan 3 juara di kelas yang berbeda dengan semua rider dari Spanyol.
Bunyi hape mengagetkan Val. wanita itu meraih hapenya, ada sms masuk.
"Besok akan ku urus perceraian qta, semua sudah jelas"
Val melongo kaget. Bagaimana mungkin Nicky bisa memutuskan perceraian gitu aja. batinnya.
Dipencetnya nomor suaminya, tapi nada sibuk yang ada. Val memutuskan menghubungi istri-istri yang lain.
Nomor Zi dan Sweetz sibuk juga, terakhir nomor Deevone berhasil masuk. "Dee abang dimana?"
"Ooo masih inget abang kamu Val? Gimana tadi sama Karel, kalian ngrayain berdua di container kan?"
Suara Dee dari seberang bertanya sinis.
"What?! Aku ga kesana" Val tidak sadar kebohongan kali ini akan semakin membuat Nicky tambah yakin untuk mencerenya.
"Bhuahahaha masih ngeles kamu, ada salah satu kru Ducati yang ngliet kalian hanya berdua masuk container AB Cardion..
Kita tadi nyari kamu akan ngajak pulang, ckckckck.. but the way abang denger kata-kata mu barusan!"
Klik. Dee memutuskan sambungan.
"Aku ga ngapa-ngapain ma Karel tadi!" Val berguman, harusnya tadi dia menjawab memang dia ke container Karel dan menjelaskan kalo mereka ga ngapa-ngapain.
Mengingat sms tadi, mendadak Val sakit perut tubuhnya lemas. Langkah kakinya dirasa semakin berat, pandangan Val semakin kabur.
Sebelum benar-benar terjatuh tubuhnya diraih tangan yang sangat dikenalnya. Karel menyandarkan Val didadanya.
"Sedang apa kamu disini?!" Nicky tiba-tiba nongol dari luar pitbox Ducati menghampiri Karel dan berusaha menyeret cowok itu keluar.
Tubuh Val terjatuh menabrak sofa, Karel melepaskan diri dari tangan Nicky dan meraih tubuh wanita itu lagi "Vaaaaal.."
"Romantisnya kalian berdua?! Aku bukan orang bego yang mau-maunya ditipu kalian terus"
Nicky mendekati lemari kecil diambilnya kunci mobil yang ketinggalan tadi.
"Kau bahkan tidak menanyakan keadaan istrimu Nick?!" Karel bersuara sambil membobong tubuh Val dan mendudukannya di sofa.
"Kau urus saja!" langkah Nicky cepat-cepat menuju parkir mobil.
Karel mengelus bahu Val yang bergerak-gerak karena menangis.
"Sorry.." entah mengapa Karel bergumam, dan nampak cowok itu tersenyum walau agak samar.
Nicky menstarter mobilnya. Perlahan BMW hitam itu berjalan meninggalkan sirkuit menuju hotel.
Wajah Nicky kaku menatap lurus, tekadnya sudah bulat. Val sudah mempermalukan dirinya dengan masih mempertahankan rider Moto2 itu.
Lagu menye-menye punya One Republic seakan mewakili perasaanya. Lagu itu mengalun kenceng di mobilnya.
You tell me that you need me
Then you go and cut me down, but wait...
You tell me that you're sorry
Didn't think I'd turn around and say..
That it's too late to apologize, it's too late
I said it's too late to apologize, it's too late
I'd take another chance, take a fall, take a shot for you
And I need you like a heart needs a beat
But that's nothing new
I loved you with a fire red, now it's turning blue
And you say
Sorry like the Angel Heaven let me think was you,
But I'm afraid
It's too late to apologize, it's too late
I said it's too late to apologize, it's too late.
,,(O_O),,





Tidak ada komentar:
Posting Komentar