Rabu, 17 November 2010

FF Stunt Girl In Love

MotoGP Fan Fiction  - One Shoot

Title : Stunt Girl In Love
Genre : Romance
Rating :T
Disclaimer :
Sorry buat yang mpe bosen cuman ada 2 nama rider di FF ini.
Satu lagi karena ga pengen bikin cemburu istri-istri abang yang laen, kembali gw musti berela-rela hati ma Karel lagi -hmpfh-


Cast :

Karel Abraham
Nicky Hayden
Valerye
Sweetz Ucha





Brno Ceska

Panas Bulan Agustus begitu menyengat siang ini. Suara balapan di atas track sangat kencang dan memekakan telinga.

Bagi yang terbiasa menonton balapan langsung pasti akan memakai headset or ear plug buat melindungi telinga.

Gadis berambut panjang warna cokelat dengan sackdress putih ruffles itu berdiri dekat pembatas sirkuit.

Kedua tangannya berusaha menutup kuping, Sebuah usaha yang sia-sia tentu saja.

Kelas Moto2 baru saja menyelesaikan sesi free practice , beberapa rider memasuki paddock untuk memarkir kendaraan dekat pit box masing-masing.

Pandangan gadis itu tertuju pada rider dengan jamsuit warna biru bertuliskan AB Cardion.

Wajahnya familiar dan sering muncul di majalah atau koran-koran.

Cowok itu tersenyum dan nampak berbicara dengan pria paruh baya berkacamata, seorang kru mekanik membawa motor bernomor 17 itu masuk pit box.

Cewek berambut panjang itu nampak ragu mendekat, meski dia sudah agak yakin tidak salah orang tetapi karena belum pernah bertemu sebelumnya tak ayal membikin dia deg-degan.

Langkah cewek itu semakin mendekati sosok cowok bertinggi 180 centi itu, kurang beberapa langkah cewek itu tiba-tiba berbalik arah.

"Sweetz?.. hai honey..." langkah gadis berbaju putih itu terhenti dan dengan ragu-ragu berbalik ngadep ke arah rider bermata hazel itu.

"Oooh hai.." cewek yang dipanggil Sweetz itu berdiri dan menunggu rider berseragam biru itu mendekat.

"Akhirnya kamu datang juga" Cowok itu berdiri dan memandangi cewek yang ada di depannya agak lama.

"Iyah, kan udah janji" bibir cewek itu entah mengapa bergetar sewaktu menjawab, tangannya bergerak menyelipkan rambut di belakang telinganya dengan gugup.

"Kau lupa sesuatu Sweetz?" cowok yang ternyata Karel Abraham adanya itu tersenyum dan berkedip menggoda ke arah cewek itu.

"Eeehh apah.." gadis itu gugup semakin salah tingkah.

"Biasanya tiap ketemu aku, kamu akan lari memeluk dan menciumku" Karel menatap tajam ke arah gadis berambut panjang itu tanpa menghilangkan kesan ramah di wajahnya.

Nanti kalau kau ketemu sama Karel bersikaplah wajar dan kamu musti inget kebiasaan pertama ku kalau ketemu dia langsung memeluk dan mencium pipinya.

Pesan itu kembali terngiang di kepala gadis yang nampak tidak nyaman dengan high heels 10 centi yang dipakai di kakinya.

O God, apa aku harus melakukan hal itu juga? gadis itu membatin. Untuk memeluk dan mencium Nicky Hayden cowoknya saja dia kadang malu.

Dan sekarang dia harus melakukan kebiasaan yang dilakukan Sweetz terhadap Karel, cowok dari sisternya itu.

"Kamu sakit?" Karel bergerak menyentuh kening gadis itu dengan tangannya.

"Aaahh enggak, aku cuman agak.. aahh" hampir saja gadis itu keceplosan untuk menjawab karena dia tidak terbiasa berada di sirkuit yang bising.

Inget Val kamu sedang jadi Sweetz jangan sampai kau ketahuan, masak buat berakting dikit saja kamu gagal. Gadis itu memejamkan mata berusaha konsentrasi.

"Tunggu sebentar disini yah?" Karel berlari ke pit box mengambil kunci mobil dan cowok itu kemudian menyambar tangan gadis itu.

Digandengnya tangan Val menuju parkiran. Karel membukakan pintu Ferarri dan menyilahkan gadis itu masuk.

Karel berputar dan masuk memegang kemudi, cowok itu masih menatap lurus ke depan belum juga menstarter mobilnya.

Val duduk semakin gugup apalagi melihat tubuh Karel bergerak condong ke tubuhnya dan wajah cowok itu menunduk mendekat ke wajahnya.

Reflek wajahnya menjauh. Karel menatap mata gadis itu dan tersenyum, kemudian tangannya meraih tubuh didepannya.

Dipeluknya Val dengan erat dan agak lama, bibir Karel dirasakannya mencium rambutnya. "Miss you so much, Sweetz..."

Val menahan napas, kedua tangannya kaku di jok mobil. Inget Val, Karel kangen sama sister mu bersikaplah wajar. Gadis itu memperingatkan dirinya sendiri.

Akan tetapi usaha buat meyakinkan diri ternyata gagal. Ya dia memang Stunt girl yang payah.

Perlahan Karel menjauhkan tubuhnya, dia menstarter mobilnya. Tidak lama Ferarri itu bergerak meninggalkan parkir Brno sirkuit.


***


"Val, please tolongin aku.." Sweetz terbaring dengan kaki dan tangan berbalut perban, wajahnya berlinang air mata.

Kecelakaan tadi memaksa gadis itu dirawat di Hospital dari sore.

"Ngomong saja sebenarnya sama Karel, aku yakin dia bakal ngerti dan pasti akan kesini"

Tangan Val mencengkram pinggir bed rumah sakit yang bercover warna biru muda itu.

"Iyah dia akan kesini, tapi untuk berapa lama? Gadis-gadis diluar sana sudah siap-siap untuk merebut perhatiannya dia akan lupa sama aku yang terbaring disini"

Sweetz menangis frustasi. Dia kesal dengan nasibnya yang ditabrak saat dia pulang dari rumah Deevone, teman kampusnya.

"Kalau Karel memang mencintai sista, ga bakal dia ninggalin sista" Val masih menggeleng menolak permintaan gila itu.

Bisa-bisanya Sweetz meminta dia untuk menjadi stunt girl, kalo buat film or sinet masih diterima. Laah ini disuruh pura-pura jadi pacar Karel.

Tidak aneh sebenernya kenapa Sweetz meminta adiknya menggantikan dirinya karena mereka berdua terlahir sebagai kembar identik, hanya Sweetz lebih dulu 15 menit dari Val.

Orang tuanya saja sampai sekarang masih sulit membedakan kedua putrinya yang tumbuh menjadi remaja yang cantik-cantik.

Teman kampus yang sudah terbiasa bergaul lama dengan mereka berdua akan dengan mudah bisa membedakan mulai dari kebiasaan dan tingkah kedua gadis kembar itu.

Sweetz dilihat dari sosoknya yang suka berbaju feminim dikenal ramah dan mempunyai banyak macam kegiatan di kampus.

Sifatnya yang mudah bergaul membuat dia mempunya banyak teman dari mulai adik angkatan, senior, dosen sampai tukang becak dan preman pasar mengenalnya.

Kebalikan dengan Val, gadis itu cenderung tertutup. Sehari-harinya gadis itu lebih sering terlihat di taman membaca buku kadang bermain biola.

Nicky Hayden cowok Val dengan mudah bisa menemui pacarnya yang pasti bakal terlihat di bawah pohon sedang baca ato bermain musik.

"Val, tolong temui Karel besok jam 11 di sirkuir Brno!" suara Sweetz terdengar memaksa.

"Sweetz.. aku ga yakin ini bakal berhasil aku..." suara Val tercekat berusaha mencari alasan akan tetapi melihat sisternya menatap memohon membuat dia menangis.

"Please.. babe.. tolong sista mu ini, kamu sayang aku kan?" tangan Sweetz yang tidak berperban meremas tangan adiknya.

Val mengangguk lemah, dilihatnya suster masuk dan memeriksa sista nya. Gadis itu berpamitan dengan kakaknya.

Langkah Val gontai, gadis itu terlihat linglung. Dia harus cepat-cepat sampai ke rumah sebelum larut malam.


***


Setelah sampai di rumah dibukanya kamar Sweetz, langkahnya menuju lemari kakaknya.

Tangan Val mengambil baju sistanya untuk memilih apa yang akan dipakai besok.

"Ya tuhan, aku musti pakai rok ato baju berumbai-rumbai gini" gadis itu menggeleng berdecak.

Kepalanya pusing ketika ingat kebiasaan Sweetz yang suka mengenakan highheels setinggi 10 centi.

Diraihnya kotak sepatu berwarna pink, disana tergeletak sepatu pink cantik berpita seperti yang ada di display butik-butik mahal.

Val melepaskan bajunya dan mengenakan sackdress putih dan sepatu pink itu. Kakinya berusaha menyesuaikan alas kaki yang membuat dia makin menjulang.

Perlahan dia melangkah di depan cermin, karena tidak terbiasa memakai highheels Val terjatuh. Pantatnya dirasa sakit karena mengenai lantai.

Hapenya berbunyi nyaring, lagu Rude Boy dari Rihanna mengalun di kamar itu. Val bangkit dan menyambar hapenya.

"Ya sayang.." suara Val terdengar senang bibirnya tersenyum.

"Belum bobo hun?" suara Nicky diseberang terdengar ngebass.

Suara yang sering membuat Val melayang kalo Nicky sedang merayu dengan bernyanyi sambil memetik gitar di taman kampus.

"Belum Nick.." Val tertawa manja, seperti malam-malam sebelumnya setiap akan tidur Nicky selalu menelpon terlebih dahulu.

Biasanya mereka menghabiskan berjam-jam sampai salah satu diantara mereka tertidur.

"Besok ada pertemuan membahas bazar amal di ruang UKM, nanti kamu langsung kesana karena aku ngajar sampai jam 11"

"Eeerr keknya aku ga bisa Nick,  besok aku ada acara eehh eemmm".

Damn! Kenapa aku lupa nyari alesan kalo besok bakal nemuin Karel.

Val tidak berhenti menabok kepalanya, sekarang dia ngrasa skak mat pikirannya blank.

"Lho kan ga enak Val, bukannya kamu sendiri yang kemarin semangat ngedukung aku bikin nih acara?" suara Nicky di seberang terdengar kesal.

Bagian yang tidak disukai dalam keadaan seperti ini, Val tidak bisa berbohong minimal ngeles lah.

Akhirnya gadis itu bercerita tentang keadaan Sweetz dan semua ide gilanya tadi.

Seperti yang diduga Nicky marah dan kalo sudah seperti itu suara Nicky jadi meninggi.

"Dan kamu mau ngikutin rencana kakakmu?"

"Aku ga bisa nolak Nick, Sweetz sangat khawatir tentang cowoknya. Aku udah berusaha ngeyakinin dia tapi Sweetz tetep ngotot".

Sambungan telepon masih berjalan akan tetapi hening. Val mulai cemas. "Nick.. kamu masih disitu?"

Terdengar helaan napas berat dari seberang.

Val yakin wajah Nicky pasti berkerut dan tangan cowok itu dipastikan mengacak-acak rambutnya sendiri seperti kebiasaan selama ini kalau lagi gundah.

"Aku ngrasa.. aku ngrasa kalo aku bakal kehilangan kamu Val.."suara Nicky mendesah.

"Nick.. aku janji permainan ini ga akan pernah ngubah perasaanku ke kamu. Aku sangat mencintaimu" kata-kata Val terdengar yakin.

"Sure.. okay.. hati-hati besok yah. Love you" terdengar kecupan Nicky dari seberang telepon.

Val pun membalasanya sambil tersenyum "Love you too, muaaaccchh"

Klik. Sambungan telepon diputus.

Gadis itu lama terbengong. Terdengar suara ketukan dipintu, kemudian pintu terbuka seraut wajah cantik wanita paruh baya menyunggingkan senyum.

"Waaah anak mama lagi ngapain ini? Cantik banget..mau ada pesta yah sampe dandan pake baju gitu?"

"Enggak ma.. ini cuman lagi liat-liat baju Sweetz, sapa tau aku butuh buat pinjem kalo ada pesta nanti" Val bergerak dan merangkul bahu mamanya.

"Oya papamu yang ngejagain Sweetz di Hospital, mama disuruh pulang katanya khawatir ma anak satunya dirumah ga ada yang ngurus"

Wanita cantik itu mengacak rambut putrinya gemas.

"Hahaha.. papa ikhh.. aku kan dah gede, tapi iya sih.. besok sapa yang bakal bikinin roti bakar mama yang terkenal enak dan ga tertandingi buatan manapun"

"Huuhh maunya.. ya udah mama pergi tidur dulu yah.. capek nih" Mama Val berjalan keluar meninggalkan salah satu putri kembarnya.

Val tersenyum dan segera beranjak ke kamarnya menyiapkan diri untuk tidur.


***


Photobucket


Ferarri berhenti di sebuah pavilliun bercat biru yang masih berada di salah satu komplek sirkuit Brno.

Kalo para rider MotoGP, Moto2 dan rider-rider dari kelas 125 cc kebanyakan beristirahat di container, untuk Karel yang merupakan anak dari pemilik sirkuit Brno ini disediakan pavilliun tersendiri.

Karel membukakan pintu samping dan membantu Val keluar. Digandengnya tangan cewek itu naik undakan kecil.

Terlihat pengurus pavilliun membukakan pintu. Wanita berseragam orange itu mengangguk kecil menyilahkan Karel dan Val masuk.

'Mau minum apa sayang?" Karel menarik Val duduk di lantai tatami.

Ruangan di dalam bergaya jepang, meja pendek terbuat dari marmer putih menghiasi ruang tamu.

"Apa aja" Val duduk salah tingkah karena tidak terbiasa memakai sackdress pendek.

Karel berdiri dan menyambar botol bir, dituangkannya bir di atas gelas besar yang ada di bar table.

Cowok itu tersenyum menghampiri Val, diletakannya gelas di atas meja.

Mata Val menatap minuman itu. Aduh... itu kan bir aku ga doyan, batinnya.

"Ayo diminum..honey" Karel mengangkat gelasnya mengajak toss.

"Aku ga suka bir" akhirnya terucap juga kata-kata itu dari mulut Val.

Karel menatap heran, pandangan cowok itu tiba-tiba menyelidik gadis di depannya itu.

"Wow.. selera mu dah berubah yah?" tawa kecil Karel mengagetkan Val.

Bodoh! Val memaki dirinya, pasti Karel akan semakin curiga dengan penyamarannya.

Wajah Karel mendekat ke wajah gadis itu. "Jadi minuman yang kamu suka apa sekarang?"

Tatapan Karel begitu tajam dan dalam. Val menarik nafas, jantungnya berdetak kencang. "Boleh aku minta orange jus ato coke?"

"Sure.." Karel berteriak memanggil pelayannya. Tak lama segelas besar jus jeruk sudah nangkring di atas meja.

Val dengan perlahan mengambil gelas dan meminumnya. Mata Karel dari tadi tidak henti menatap wajah Val.

Pandangan cowok itu yang seperti sedang menyelidik, seolah-olah menelanjangi gadis itu.

Fail!. Val memaki kesal dalam hati, dia tidak berkutik di ruangan itu bersama Karel. Dia tidak punya kemampuan berkomunikasi dan ngelucu seperti Sweetz.

Aku yakin dimatanya sekarang, aku hanya gadis yang sangat membosankan. Sorry Sweetz. Val hampir menangis.

"Mau menemani aku malam ini di wellcome party?" Karel memecah keheningan di ruangan yang sejuk itu.

"Aku ga bisa, aku ada piket menjaga perpus dari sore sampai malem. Apalagi ini akhir weekend taman bacaan pasti rame" jawaban Val seperti yang sudah-sudah masih gugup.

"Ok, aku temenin kamu ke perpus kalo gitu" senyum Karel tak henti tersungging dari bibirnya.

Tangan Karel meraup tubuh Val ke dadanya. Dipeluknya tubuh gadis itu. Lagu Never gonna leave your side - Daniel Bedingfield mengalun lembut.

Val bagaikan terbuai di pelukan rider Ceska itu. Dirasakannya tangan Karel meraih dagunya, sebelum sempat mencegah bibir Karel sudah menyentuh bibirnya.

Tangan Val meremas pinggang cowok itu. Aroma vanila dari tubuh Karel seakan-akan bisa dirasakan dari bibirnya langsung.

Ingin dia melepaskan diri sebelum dia terhanyut. Aduuhh ciuman ini sebenernya buat Sweetz bukan buat aku, mengingat hal itu tangan Val segera menghela dada Karel menjauh.

"Im breathless" Val ngeles dengan gugup. Karel tersenyum jail dan mengedip nakal.

"It's okay" Karel bergerak mendekat Val lagi dan menarik tangan lembut itu. Dipeluknya tubuh Val, kembali ruangan itu dipenuhi suara bibir saling bertaut.

Perasaan Val seperti melayang bagaikan kapas yang tertiup angin , dirasakannya ruangan sekitar seperti berputar

Jantungnya berdegup kencang. Semakin Karel menekan bibirnya, semakin Val menginginkan cowok itu. Bayangan Nicky, cowoknya sudah menghilang.


***


Langkah Val gontai masuk kamar. "Ya Tuhan... ini baru hari pertama saja sudah seperti ini"

Gadis itu mendesah, air mata mengalir deras. Dipeluknya boneka lumba-lumba pink gede.

Seharian dia menghabiskan waktu bersama Karel, di pavilliun dan di perpus tadi. Karel dengan sabar menunggunya piket.

Sesekali cowok itu membantunya merapikan buku dan naik tangga mengembalikan buku yang tebal-tebal di rak paling atas.

Besok sebelum qualifikasi cowok itu memintanya menemani di sirkuit. Tiba-tiba suara yang di kenalnya di lante bawah membuat dia terlonjak.

Itu suara Nicky dengan mamanya yang sedang bercanda. Val bangkit dan menyeka air matanya, gadis itu melesat keluar.


Photobucket


"Hai sayang" Nicky melambai meminta Val turun.

"Dari mana Nick?" Val tersenyum menghampiri Nicky.

"Dari persiapan bikin stan bazar di hall tadi, gimana dengan 'tugas negara' mu"

"Apaan.. tugas negara.." Val ngikik, perlahan dia sudah menguasai keadaan.

"Ga mau cerita nih?" alis Nicky bergerak-gerak menggoda ceweknya.

"Ya gitu deeeh.." Val memang tidak terbiasa berbohong, senyum gadis itu memudar.

"Kalau aku cerita, kamu ga marah Nick?" Val menatap wajah Nicky cemas.

"Marah ga yah? Tapi aku cowok mu berhak tau dong.. apa yang dilakukan cewek ku seharian ini jadi stunt girl" Nicky menarik tangan Val menuju sofa.

Akhirnya Val menceritakan pertemuan awal dengan Karel. Nicky terus memperhatikan gadis di depannya yang terus ngomong.

"Sweetz perlu bayar kamu mahal tuh, terus apa lagi?" Nicky tertawa. Dan tawa itu menyadarkan Val, kalo cowoknya lebih terlihat cakep dari cowok manapun.

Val terdiam sebentar. Perlu ga dia cerita bagian Karel mencium dirinya. Semakin Val ingin menutupi perasaanya, dia semakin merasa bersalah.

"Nick.. Karel mencium ku" Val menatap Nicky, ketika kening Nicky berkerut minta dia lebih menjelaskan lagi. Jari Val menyentuh bibirnya.

Nicky meluruskan punggung, wajahnya mendadak kecewa. "Apa bagian itu perlu pakai stunt girl juga?"

"Aku ga bisa menghindar" dan tidak menolak! Ingin dia meneruskan kata-kata itu sebelum dia menggigit bibirnya.

"Aku pulang dulu" Nicky terdiam lagi kemudian beranjak keluar. Val segera mengejarnya.

"Oya besok kamu ikut jaga stan kan?" Nicky berbalik untuk mengingatkan jadwal Val.

"Aku ga bisa Nick.. you know.."

"Ya ya ya.. jadi stunt girl.. " Nicky tersenyum tapi kelihatan terpaksa.

"Aku janji ini akan cepet berakhir begitu Sweetz sembuh"

"Jangan banyak janji Val" tangan Nicky meraup kepala Val di dadanya. Diciumnya kening gadis itu.

Val menatap punggung Nicky yang memasuki BMW hitam. Mobil Nicky mengklakson sebelum menghilang ke jalan raya.


***


Qualifikasi pagi ini berjalan lancar. Meski hasil belum seperti yang diharapkan Karel tetap nampak puas.

Cowok itu memarkir motornya dan keluar menemui Val yang duduk di tribun penonton.

"Hai girl.." Karel duduk di samping Val yang pagi ini memakai topi rajut pink.

Beberapa gadis nampak menatap iri ke arah Val. Val yang menyadari itu jadi maklum kenapa Sweetz bersikeras meminta dia jadi stunt girl.

Karel anak milyuner dan wajahnya cakep, jelas jadi sasaran utama gadis-gadis di kota Brno ini.

Orang tua mana yang ga bangga punya mantu sekaya dan sekeren dia.

Val menatap profile pembalap disampingnya. Hidungnya bagus, sepasang mata dan alis yang menawan dan jangan lupa bibirnya yang hot, sure.. you're know why.

Mengingat begitu hot-nya bibir rider itu, Val tersenyum dan menggelengkan kepala.

"Wew.. kok diem?" Karel nyenggol bahu cewek di sampingnya.

"Emmhh.. mang kita mau kemana rel?"

"Ikut aku" Karel menarik tangan Val bangun dari duduknya. Mereka berjalan bergandengan menuju belakang pitbox.

Langkah mereka melewati jalan kecil yang sengaja dibuat dari batu yang tertata rapi. Dari jauh warna biru danau buatan itu membentang indah.

Karel duduk diatas rumput, tangannya memeluk kakinya yang ditekuk ke depan.

Val mengambil tempat disamping Karel, rok bunga-bunganya mengembang membungkus lututnya.

"Sweetz..next race akan diadakan di Indianapolis. mau temenin aku selama disana?"

"Aku ada kuliah rel.. enggak tau apa aku bisa gak?" beuuuuhh kalo Sweetz yang ditanya pasti bakal ngomong iya, sorry kelupaan. Val membuang napas.

"Aku berharap kamu bisa nemenin selama aku race di Amrik" dari samping Karel memperhatikan wajah cantik di sampingnya.

Wajah itulah yang sudah beberapa bulan ini selalu menghiasi mimpinya.

Tetapi entah mengapa, sejak siang kemarin dia seolah-olah baru mengenal sosok cewek disampingnya sebagai cewek yang dicarinya selama ini.

Keduanya terus berbicara sesekali mereka tertawa bersama. Bahu mereka kadang saling bersentuhan tidak sengaja.

Panas matahari bulan Agustus lumayan menyengat tapi sepertinya Karel dan Val tidak menyadarinya.

Mereka terlihat bertatapan mata, senyum keduanya lepas.

Meski tanpa saling berbicara berlebihan dengan hanya kontak mata keduanya merasakan kebahagiaan dan saling membutuhkan.


***


Sweetz nampak memandang jendela Hospital dengan hampa.

Val sore ini belum nongol. Dia sudah tidak sabar mendengar laporan adiknya.

"Ayo masuk Nick" terdengar suara mamanya mempersilahkan seseorang di kamar rawatnya.

Senyum Sweetz tersungging melihat cowok adiknya mendekati dirinya.

"Val mana Nick?"

"Aku janjian di depan tapi dia belum nongol juga, aku sms dia untuk masuk dulu melihatmu"

Nicky membawa bunga dan 1 keranjang penuh buah.

"Oooh .. makasih Nick" Sweetz agak kecewa tapi dia berusaha tersenyum.

"Gimana keadaanmu? Masih sakit?" Nicky menatap wajah di depannya prihatin.

"Sorry.." suara di belakangnya kedengaran ngos-ngosan. Val berdiri dengan berkeringat, nampaknya dia habis berlari.

"Val... lama amat kau.. dari mana? Gimana sayang.. ga sabar aku.. gimana Karel?" Sweetz segera membrondong Val dengan pertanyaan.

Val berjalan dan duduk di samping Sweetz, wajahnya tersenyum gugup ke arah Nicky.

"Aku tadi nunggu kamu lama banget Val..." Nicky mengambil air aquah dan diberikan ke ceweknya.

"Sorry.. tadi aku nemenin Karel, dia mengajak aku ke rumahnya dan ngenalin aku ke mamanya"

"Wah iyah?! Yang bener Val.. God bless you!.. Yiihaa akhirnya.. aku bakal ada kesempatan jadi menantu paling kaya! Gimana mamanya Karel? Dia baik kan?!"

Meski sedang sakit, berita yang di bawa Val membuat Sweetz melambung. Karel mengajak adiknya yang saat itu lagi jadi dirinya ke rumahnya booow.

Fufufufu... Lalalala. Ingin rasanya Sweetz menari kalo kakinya ga lagi cedera karena patah.

Val tersenyum. Melihat sistanya tak henti tertawa bahagia membuat dia tersadar. Ya, kamu cuman stunt girl Val. C'mon wake up.. kamu sudah punya Nicky.

Pandangan Val bertemu dengan mata Nicky. Tanpa perlu Val berbicara, cowok itu sudah tau. Dia sudah kehilangan cintanya.

Nicky pamitan pulang. Wajahnya muram, langkahnya cepat-cepat menyusuri lorong Hospital.

Suara di belakangnya yang memanggilnya tidak dihiraukan. Cowok itu menggeleng sedih.

"Nick.. please..berhenti.. enggak seperti yang kamu pikir. Aku masih mencintaimu dan akan tetap mencintaimu"

Val mengejar Nicky berusaha menyentuh tangan cowok itu. Nicky berbalik menatapnya.

Dilihatnya Val menangis, gadis itu menubruknya. Diraihnya tubuh Val kepelukannya.

Nicky tersenyum dan mencium kening Val. "Aku berharap tidak akan pernah kehilanganmu Val"


***


Val menatap langit-langit. Nicky tadi memintanya untuk mengaku pada Karel tentang permainan stunt girl itu besok habis race.

"Seandainya bisa segampang itu" gadis itu mendesah. Air mata mulai merembes keluar dan membasahi rambutnya.

Val bangkit dan mengambil air, beberapa menit kemudian gadis itu sudah bersimpuh dilantai beralaskan karpet bulu berwarna cokelat

Sudah lama dia tidak berdoa sampai menangis seperti yang sedang saat ini dilakukan.

"Tuhan jangan biarkan aku jatuh cinta sama Karel" tangis gadis itu pecah.

"Kumohon.. Tuhan..Jangan biarkan aku jatuh cinta sama Karel..."

"Tuhan .. kumohon jangan biarkan aku melukai orang-orang yang kusayangi..."

Beberapa jam kemudian, tubuh gadis itu sudah dalam posisi tertidur. Air mata Val mengering di pipinya.

Sampai pagi hari gadis itu ternyata tidak berpindah tempat.

Sampai mamanya masuk ke kamar dan memandang heran kenapa putrinya tertidur di lantai.

Wanita itu mengambil selimut tebal. Karena mamanya tidak kuat mengangkat tubuh Val, diselimutinya gadis itu.


***


Sirkuit Brno penuh sesak oleh lautan manusia. Panas di bulan Agustus tidak menghalangi mereka untuk menonton balapan.

Val melindungi matanya dengan telapak tangan. Tangan Nicky masih erat menggenggam tangannya.

"Nick.. aku ga sanggup ngomong sama Karel" Val mulai nerves lagi.

"Harus Val.. semalem kita sudah sepakat, akhiri permainan kalian hari ini!" Nicky menatap kesal ceweknya.

"Tapi ini kejam buat Sweetz"

"Nope... kalau Karel memang mencintai kakakmu, dia ga punya alasan sampe khawatir gitu"

Race berlangsung seru. Terlihat Karel sudah memasuki paddock.

Setelah menanggalkan helmnya, cowok itu mendapat selamat dari papa dan mamanya serta para kru.

Karel berjalan keluar untuk menonton acara di podium. Matanya menangkap sesosok gadis yang dicintai sedang berdiri bingung menatap dirinya.

Cowok itu tersenyum dan menghampiri gadis itu. "Hai.. tadi kemana sebelum race?"

"Aku ada acara mendadak, sebenernya ada yang mau aku sampaiin ke kamu rel"

"Aku juga, ayo ikut aku. Papa dan mamaku tadi nanyain kamu" tangan Karel bergerak menarik tangan Val.

"Rel.. dengarkan aku dulu.. ini penting!" Val diam sebentar ragu, gadis itu melihat ke arah Nicky.

Nicky dari jauh mengangguk dan pandangan cowok itu menyuruh dia berbicara sekarang juga.

"Apa.. sayang?" Karel tersenyum menatap gadis yang ada di depannya.


***


Berakhirlah semuanya...

Sweetz terbaring dengan air mata membasahi pipinya. Val menunduk mencengkram bed cover.

Nicky berdiri di dekat jendela, pandangan cowok itu kaku. Sedangkan Karel berdiri di tengah ruangan ngadep ranjang Sweetz.

"Maafkan aku rel.. Aku yang salah.. Aku yang memaksa Val... Aku terlalu takut kehilanganmu" bibir Sweetz bergetar, butir-butir air mata terus jatuh membasahi bantalnya.

"Wow.." Karel menggelengkan kepala, cowok itu tersenyum pahit.

"Aku juga meminta maaf.." suara Val tercekat menambahi.

"Aku sebenernya sudah ngrasa, walau aku tak yakin" Karel bergumam sedih.

"Bagaimana mungkin Sweetz yang ku kenal riang, ramah berubah pendiem, begitu tenang kadang gugup" cowok itu melanjutkan.

Karel membuang nafas "Sweetz yang akan berteriak senang ketika kuajak menghadiri party berubah lebih memilih menjaga perpus karena ada piket"

Cowok itu tertawa sambil menggeleng. "Tapi hal itu membikin aku penasaran dan apa salahnya sambil jalan menyelidiki keanehan kalian"

"Rel.. sekarang semua udah jelas.. kau bisa balik ke Sweetz dan aku balik ke Nicky" Val menghapus air mata yang sempat menitik di pipinya.

"Maaf.. aku sudah ga bisa lagi" Karel berkata tegas.

Kata-kata Karel membikin Sweetz semakin terisak,gadis itu menutup muka dengan tangannya.

Nicky menahan nafas. Meskipun sudah bisa menebak-nebak, Ini bagian yang sangat ingin dihindari.

'Rel.. please.. kasih sista ku kesempatan. Kami ga ada niat buat mempermainkan mu.. sungguh" Val menatap mata Karel dengan berlinang air mata.

Karel memperhatikan Val dan Sweetz bergantian. Keduanya memang sangat mirip persis dari potongan rambutnya juga.

"Aku ngrasa beberapa hari kemarin adalah saat yang terindah dalam hidupku. Tapi aku harus tau diri, gadis yang benar-benar aku cintai sudah ada yang punya. Aku mundur..."

Karel melihat bahu Val terguncang, gadis itu menangis dan menatap nanar ke arah Sweetz.

Nicky mendesah dan menggeleng sedih, ingin dia berteriak  saat itu juga.

"Maaf.. aku pulang" Karel mengangguk dan berbalik ke arah pintu.

Bunyi sepatunya dilantai bagaikan palu yang menghantam dada Val. Gadis itu melihat sistanya dengan sedih, pipinya basah.

"Apa kau juga mencintainya Val?" Sweetz masih menangis dan menatap adiknya.

Sweetz semakin menggelengkan kepala ketika dia mendapat jawaban dari mata Val yang sudah tertutup air mata.

"Aku harus gimana?" Val bangkit melihat Nicky. Cowok itu menunduk pasrah.

Bunyi sepatu itu sudah menghilang. Val bimbang mencengkram pinggiran bed.

"Follow your heart" dengan tangis Sweetz masih kuat memberi perintah ke adiknya, walaupun hatinya hancur.

Val melangkah mundur. Kemudian gadis itu berlari melewati lorong Hospital.

Tubuh Karel sudah tidak nampak, Val terus berlari menuju parkir mobil.

Karel memasuki Ferarri. Dia menghembuskan nafas berat. Dimasukkannya kunci, derum halus mobil keluar.

Ketika pandangannya melihat ke depan, diluar sana sudah berdiri Val dengan tatapan yang penuh air mata.

"Karel"

Karel menatap Val, matanya bisa membaca gerak bibir disana memanggil namanya.

Val menatap lewat pantulan kaca, garis bibir cowok itu terliat samar-samar.

Betapa selama beberapa hari ini hanya bayangan cowok itulah yang selalu hadir di mimpinya.

Dia tidak menyangka saat-saat mereka saling menatap walau tanpa saling menyentuh itu sudah cukup membikin dia bahagia.

Karel memencet tombol, dan pintu di samping membuka.

Val berlari ke samping, gadis itu menatap Karel lama.

Cowok itu tersenyum tipis dan membuka tangannya. Val menghambur ke pelukan Karel.

Gadis itu menangis di pangkuan Karel. Tangan Karel bergerak membelai rambut Val.

"I'm never gonna leave your side" wajah Karel menunduk di atas wajah Val yang masih berlinang air mata.

Pintu mobil kembali menutup. Perlahan mobil merah itu meninggalkan parkir Hospital dan menembus kepadatan arus lalu lintas di siang hari.

,,(O_O),,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar